Pengunjung Website

We have 10 guests and no members online

1. Kualitas perguruan tinggi yang baik

Poin nomor 8 ini tentu saja merupakan bentuk pertimbangan yang penting. Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), UNiversitas Islam Indonesia (UII), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), UPN, ATKY, STPN, dan banyak sekolah-sekolah tinggi dan perguruan tinggi lain di Yogyakarta akan membuat pelajar dari luar kota berbondong-bondong datang ke sini. Yogyakarta menawarkan beragam perguruan tinggi dengan kualitas yang sudah tidak perlu dipertanyakan.

tugu jogja

2. Banyak tempat wisata

Bisa dijamin bahwa kuliah di Yogyakarta tidak akan membuat kamu merasa bosan dan jenuh. Jika sedang tidak ada kelas, akhir pekan, dan libur panjang, kamu bisa berlibur di Yogyakarta. Selain mengurangi biaya tranportasi yang cukup tinggi—jika berlibur ke luar kota—kamu juga bisa lebih mengeksplorasi kota Yogyakarta sendiri. Tidak hanya penuh dengan tempat bersejarah, Yogyakarta juga penuh akan wisata alamnya. Ingin mengetahui sejarah Indonesia?

Kamu bisa mengunjungi candi-candi seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur, Benteng Vredeburg, Taman Sari, dan Monumen Jogja Kembali. Jika kamu lebih menyukai wisata outdoor, kamu bisa memilih wisata Gunung Merapi, Pantai Parangtritis, Pantai Indrayanti, Pantai Sundak, Kebun Buah Dlingo Imogiri, tempat wisata Kaliurang, dan masih banyak lagi. Jika ingin berbelanja, kamu bisa ke Malioboro atau Pasar Beringharjo (yang masih di wilayah Malioboro). Jika ingin sekedar berjalan-jalan sore, kamu bisa mengunjungi Tugu, titik 0 kilometer Yogyakarta, Alun-Alun Utara, Alun-Alun Selatan, dan Selokan Mataram.

3. Atmosfer Intelektual dan Kreativitas yang Kuat

Yogyakarta sebagai gudangnya orang-orang kreatif sudah merupakan rahasia umum yang diketahui banyak orang. Tiap tahun, ribuan pelajar dari luar Yogyakarta datang untuk menimba ilmu yang baru di tempat yang baru pula. Banyaknya anak muda yang ada di Yogyakarta membuat jumlah komunitas diskusi, organisasi massa, lembaga nonprofit, dan berbagai jenis organisasi lainnya menjadi hal yang biasa di sini. Mahasiswa dapat memilih komunitas yang sesuai dengan minat dan bakatnya dengan mudah. Yogyakarta juga menawarkan berbagai program magang bagi mahasiswa. Secara tidak langsung, mahasiswa akan dibuat untuk selalu menjadi produktif dan tanpa mereka sadari, mereka pun dicetak menjadi orang dengan keterampilan bersosialisasi dan lebih berpengalaman.

4. Kulinernya yang “tidak pernah habis”

Selain harganya yang murah, kuliner di Yogyakarta memang tampak tidak ada habisnya. Jika menginginkan makanan tradisional, kamu dengan mudah bisa menemukan berbagai warung yang menyediakan gudeg dan nasi pecel hingga restoran yang menyediakan berbagai menu Eropa seperti pasta, menu Amerika seperti burger dan hot dog, menu Jepang seperti takoyaki dan sushi, dan masih banyak lagi. Seperti yang sudah disebutkan, kamu tidak perlu merasa takut kelaparan atau bosan dengan makanan di Yogyakarta. Bagi pecinta kuliner, kamu akan merasa dimanjakan oleh kota ini. Untuk mahasiswa yang masih bingung makanan apa saja yang enak, kamu—selain mencoba gudeg dan pecel tentu saja—dapat mencoba sate klatak, ratengan, es dawet, dan untuk cemilan tentu saja dapat mencoba bakpia, lanting, geplak, tempe benguk, dan masih banyak lagi!

5. Biaya Hidup Murah

Kata “murah” memang menjadi kata yang terlintas di pikiran banyak orang ketika memikirkan Yogyakarta. Bila dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, hidup di Yogyakarta memang menyenangkan karena kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang cukup besar. Dengan uang sepuluh ribu rupiah saja, kita bisa mendapatkan satu porsi makanan plus minuman. Jika ingin yang lebih murah lagi, kita cukup lebih jeli mencari warung-warung angkringan yang terkenal dengan nasi kucingnya. Di saat satu lembar uang seribu rupiah tidak cukup untuk membeli minuman, meskipun hanya sekedar teh manis di kota-kota besar lain, di Yogyakarta, kamu dapat menukar seribu rupiah dengan satu bungkus nasi kucing. Cukup menggiurkan, bukan?

Belum lagi warung-warung nasi tersebut banyak yang buka hingga 24 jam sehingga mahasiswa di sana tidak perlu merasa khawatir ketika merasa lapar tengah malam.Tidak hanya makanan, tempat tinggal seperti rumah kost atau kontrakan juga terjangkau. Jika Anda cermat, kamu dapat menemukan kost-kostan dengan harga sekitar 200 ribu rupiah per bulan. Ada juga rumah kontrakan berisi tiga kamar dengan harga lima juta rupiah per tahun. Jika kamu adalah mahasiswa yang gemar berbelanja, kamu tidak perlu khawatir tentang berapa banyak uang yang harus dikeluarkan. Kamu bisa pergi ke Pasar Beringharjo dan tempat-tempat sejenis yang menjual pakaian-pakaian dengan model yang bagus dan tentu saja harganya miring.

6. Miniatur Indonesia

Seperti yang sudah disebutkan, ribuan pelajar datang tiap tahunnya ke Yogyakarta untuk menimba ilmu. Karena pelajar dan mahasiswa yang datang ke Yogyakarta berasal dari seluruh pelosok Indonesia, tidak heran jika kota ini sering disebut sebagai “Indonesia mini”. Ingin mengenal “jendela Indonesia”? Kamu dapat mengunjungi Yogyakarta dan membuktikan sendiri sebutan-sebutan milik Yogyakarta ini. Kamu dapat melihat—dan bahkan ikut merasakan—berbagai etnis dan budaya yang hidup berdampingan. Uniknya lagi, perbedaan ras, agama, kepercayaan, dan warna kulit ini tidak menghentikan para mahasiswa untuk terus belajar. Mereka datang demi pendidikan dan itulah yang akan mereka dapat. Pendidikan akademik, nonakademik, bahkan pelajaran lain yang tidak diajarkan di kampus, yaitu bersosialisasi, semuanya bisa didapatkan di Yogyakarta.

7. Iklim yang mendukung

Iklim yang tidak terlalu panas membuat para pelajar merasa nyaman di sini. Kota yang memang dipenuhi pelajar dari berbagai daerah di Indonesia ini membuat kondisi belajar di kota ini menjadi semakin kondusif. Dengan dukungan dari puluhan penerbit buku dan media yang tidak dapat disaingi oleh kota-kota lain di Indonesia, tidak heran jika banyak alumni perguruan tinggi di Yogyakarta yang mewarnai koran-koran nasional.

Joomla SEF URLs by Artio