Pengunjung Website

We have 27 guests and no members online

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jogja Dragon Festival atau Festival Naga Barongsai akan menjadi acara unggulan di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta ke-7 yang digelar selama lima hari berturut-turut pada 2-6 Februari 2012 terpusat di Jalan Ketandan."Festival Naga Barongsai ini akan diselenggarakan untuk pertama kalinya dalam penyelenggaraan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY), bahkan bisa jadi penyelenggaraan pertama di Indonesia," kata Ketua Umum PBTY ke-7, Tri Kirana Muslidatun di Yogyakarta, Senin (30/1/2012).

Menurut Kirana, kegiatan itu digelar karena bertepatan dengan Tahun Naga Air dan hingga saat ini sudah ada sebanyak 12 tim yang tidak hanya berasal dari Provinsi DIY tetapi juga luar daerah yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti festival tersebut.

 

Selain memperebutkan hadiah uang tunai dengan total nilai Rp 27 juta, pemenang Festival Naga Barongsai tersebut juga akan memperoleh piala Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X. "Kami akan membatasi peserta sehingga jumlahnya tidak lebih dari 15 kelompok, karena akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelenggarakannya," katanya.

Khusus untuk Festival Naga Barongsai, kegiatan tersebut akan diselenggarakan di sepanjang Jalan Malioboro hingga Jalan Ahmad Yani, dengan mengambil start dari Taman Parkir Abu Bakar Ali dan finish di Titik Nol Kilometer.
Selain naga barongsai, juga akan ditampilkan naga terpanjang yang dimiliki oleh Kota Yogyakarta. Naga tersebut memiliki panjang lebih dari 130 meter dan akan dibawakan oleh 200 tentara dari Yonif 403 Yogyakarta. Tema utama dalam penyelenggaraan PBTY ke-7 tersebut adalah "Mengukuhkan Kebhinekaan Yogyakarta".

Koordinator Acara PBTY ke-7, Didik Nini Thowok mengatakan, total acara yang akan digelar sejak 2 Februari tersebut berjumlah 58 jenis acara yang meliputi kegiatan kesenian, tari, band, sulap bahkan ketoprak.
"Setiap hari, akan ada acara unggulan yang ditampilkan. Sedang saat puncak acara pada Senin (6/2/2012), akan ditampilkan ketoprak di panggung utama. Masyarakat yang tidak ingin berdesak-desakan di sepanjang Malioboro bisa melihat ketoprak," katanya.

Sedangkan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, kegiatan PBTY ke-7 tersebut akan menjadi kegiatan budaya yang bisa mendatangkan wisatawan ke Kota Yogyakarta. "Kegiatan ini tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga menjadi jawaban atas kebutuhan wisatawan itu sendiri. Wisata di Kota Yogyakarta ini tidak hanya what to see, what to eat, what to buy, tetapi juga what to do," katanya.

Joomla SEF URLs by Artio